Editors' Pick : 2018 Best Releases & Music Video

Ok, menjelang jam2 terakhir sebelum tahun 2019 menjelma.. seperti dijanjikan kami akan sediakan beberapa pilihan terbaek dari editor2 Dissecting the Euphony (DtE). Ini adalah beberapa pilihan kami dan mungkin ada yang terlepas pandang, kami mohon maaf.. dan terima kasih juga kerana mengikuti penulisan kami yang bermula pada 2010.. ok go!


Contramen

2018 ni meriah jugak releases nya.. tak kira local atau international.. malah ada juga yang ter"mis" beli, terlepas pandang dan yang mungkin awal tahun 2019 baru nak tau pasal release yang bagus (macam tahun 2016, gua terlepas pandang release dari Batushka).. hahaha.. Ok, banyak jugak isi walet yang habis seperti tahun2 terdahulu kerana gua masih percaya kepada fizikal copy..haha.. ok, dibawah gua sertakan beberapa release yang sempat hinggap di telinga gua dan menjadi playlist yang blom lagi terhenti sehingga sekarang.. ok cekidaut...

Frugal - Howling Werehuman (2018)
Frugal Music


Antara release awal tahun yang agak memeranjatkan gua. Walaupun music bawaan Frugal bukanlah "makanan harian" Mat Metal macam gua, tetapi mendengar keseluruhan tracks dari album ini membuatkan gua rasa sedikit "segar" dengan apa yang mereka hasilkan. Berada dalam lingkungan Alternative Rock sehingga Grunge dan melangkau ke Heavy Metal, pada gua Frugal ada citarasa trademark tersendiri dalam penghasilan karya2 mereka. Terima kasih kepada Bob Agigi yang menjual CD ini. Hahaha..

Exothermix - Reaction (2018)
NeoChronicles Productions



Full length pertama dari Exothermix ini wajar dijadikan antara album terbaek tempatan untuk 2018. Atas keberanian dan kesungguhan yang dapat dilihat dalam penghasilan karya2 didalam album ini jelas ianya perlu untuk dijadikan pemangkin kepada karya2 music keras bawah tanah negara. Selain itu ia juga patut dijadikan saingan kepada band2 keras tempatan untuk lebih berusaha menghasilkan produk yang bersungguh2 seperti apa yang dilakukan Exothermix. kekuatan album ini jelas pada permainan instruments dan penyampaian setiap track yang dihasilkan. Exothermix ada ramuan dan mereka berpegang kepada konsep dan trademark Thrash Metal mereka walaupun pengaruh2 genre sebegini bersepah-sepah dikiri kanan depan belakang mereka. Satu produk terbaek untuk genre khususnya Thrash Metal yang mampu membuatkan anda tidak sedar kepala anda bergerak2 mengikut tempo lagu yang didengar. Rancak!!!


Varathron - Patriarchs of Evil (2018)
Agonia Records


Greece Metal punya trademark tersendiri. Varathron adalah antara nama2 besar selain Rotting Christ dan Thou Art Lou. Patriarchs of Evil gua anggap sebagai release terkini dari Varathron yang boleh mengimbau zaman awal 90an dikala Greece Metal banyak mempengaruhi kewujudan band2 Metal tanahair. Kekuatan album ini pada gua adalah pada "feel" keseluruhan apabila dimainkan dari awal track hingga akhir. Banyak juga gua baca beberapa Mat Metal tanahair yang berbicara berkenaan album ini. 

Ghost - Prequelle (2018)
Loma Vista Recordings



Prequelle adalah suatu "umpan" yang sangat menjadi dari Ghost. Ini adalah album yang mudah "melekat" dan mudah dihadam. Ia juga agak catchy dan kesimpulan yang boleh gua katakan Prequelle adalah sebuah album yang paling best walaupun ianya agak "nakal" dari segi liriknya. Jika sebelum ini Ghost dilabel sebagai ABBA zaman modern, kini Ghost benar2 menangkis sebarang penafian yang tidak mempercayai mereka sememangnya ABBA versi modern. Percubaan paling menjadi dan berjaya dari Ghost kali ini.
* masih menjadi playlist utama gua hingga hari ini..

Jason Becker - Triumphant Hearts (2018)
Music Theories Recordings



Ianya tidak lah sepertimana anda mendengar Cacophony atau album2 solo beliau ketika gitar berada dibawah telunjuk beliau. namun Triumphant Hearts (2018) terlalu istimewa walaupun setiap inci note yang dimainkan adalah dari rakan2 sessionist/musician. Idea yang terhimpun sekian lama sehingga terkini adalah dari kemampuan beliau yang sangat terbatas. Latar yang cukup syahdu dan penuh jiwa. Ini ditambah dengan sumbangan solo gitar serta vocal dari rakan2 artis yang bersama-sama menjayakan impian beliau. Joe Satriani, Uli Jon Roth, Steve Morse, Marty Friedman, Steve Vai, Paul Gilbert dan ramai lagi bersama2 mewarnakan album ini sehabis boleh. Triumphant Hearts adalah satu kemestian!

A Perfect Circle - Disillusioned (Official Music Video)

Disillusioned dari A Perfect Circle adalah video music terbaek pilihan gua untuk 2018 walaupun So Long, and Thanks for All the Fish adalah track kegilaan gua (turut disertakan video music) tetapi Disillusioned lebih "memeningkan" dan "gila" jika dibandingkan dengan ratusan music video yang gua tengok sepanjang tahun ini. Behemoth, Tools dan A Perfect Circle sememangnya punya pemikiran yang agak lari dari pemikiran manusia2 normal. I Like!!!

Ok, 5 buah releases terbaek pada gua dan music video yang gua suka.. seperkara menarik untuk 2018 juga menampakkan kemeriahan scene dengan beberapa label tempatan yang bersungguh seperti Legion Music, Goatlordth/Glord Records yang kerap mengeluarkan produk2 yang terkini dan penganjuran gig bertahap memuaskan. Ya.. acara gig nampak meriah dengan penyertaan band2 dari luar negara seperti UADA, Hellwitch dan berbagai lagi.. Ok, sebagai penutup jumpa tahun depan (2019) di gig Varathron.

*******************************************************


A, is for Anomaly

Damn, 2018 really went in a blink of eye. So what have I learnt? Not much, really. I have become less interested in Metal music for this year for many reasons. First, Mechina decided not to release any new albums except compendiums of older releases, pffft. Second, I tend to play previous years releases instead of looking for new one. Case in point:


Check out the proof and yes that's Nabila Razali and Elizabeth Tan in my top played songs. And lastly, I'm tired. But please feel free to have a look of other stuff that caught my attention in 2018.

Liholesie - Fables



Russian Ethno-Ambient solo act Liholesie released Fables in April 2018. This 3 song EP evokes the appreciation of nature and transport listeners to somewhere far, far away from present. The songs are beautifully crafted with folk instruments and electronics subtly weave in between. I imagine this is Russian's answer to Kitaro. My only complaint is I can't get by with just 3 songs.

Descent - Towers of Grandiosity



All it took to impress me was their HM-2 Death Metal tone. And they fucking killed it. It might not be for everyone but is sure left an everlasting impression, especially for those who crave that Sunlight Studio sound dialed up to 11, the Aussie way! End your 2018 right by cranking volume knob to the max and blast Towers of Grandiosity all day. Fuck yes.

Ennui - The End of Circle



How's your 2018 went? If yours fucked up as much as mine, let Ennui's The End of Circle be the soundtrack of your life. There's a lingering pessimistic aura that hold you from going forward or even having a glint of hope, because you know... we're all gonna die anyway. I'm pretty drowned in the bleak atmosphere of the album which made me pay no heed to the draggy duration of the album. I mean, I'm sad. That's all that matters. This is my catharsis, mmkay?

Sondrous - Something Like Serenity



This South African Post-Rock duo sounds really ambitious (but then, name me one Post-Rock band that doesn't?) in the broadest sense. It gives me lots of feeling (uplifting, hopeful, y'know just any Post-Rock bands) and then the sense of wonderment and fear of the unknown. Yeah, that's right. It has a spacey atmospheric feels stretching throughout its 40 mins duration bringing you on emotional roller-coaster ride. It's beautiful and emotional soaring. Check out the last track, it concludes very well.

Harakiri for the Sky - Arson



To be honest, I like Arson. It's a decent album to enjoy. Tracks like You are the Scars, Tomb Omnia and Manifesto (Graveyard Lovers cover) are enjoyable. However, the album seems to not stretch into new territory. It's like Aokigahara with better and polished production. Nothing wrong with staying the same but shit will get old fast. But still, first time listeners will love Arson and hopefully will discover their older releases eventually. A play it safe album, but still enjoyable! 

Myrkur - Juniper



The controversial figure within Black Metal scene. Is she just capitalizing on Black Metal trvekvlt aesthetics? What's up with her leaning towards folk music lately? Was she really a model? I don't think she needs to prove anything. To be honest, I despise her Ulver influenced Black Metal from early releases (intentional raw and ugly sound) but Juniper EP caught my attention with its folk music approach and she seems to make full use of her beautiful singing voice. Yeah, I rather not listen to her shrieks. With just 2 songs, the EP clocks under 7 minutes and seems to serve as continuation from Mareridt but with more chill yet subtle sinister Myrkur touch. Or rather, another Ulver influenced approach? I don't know.


Best Music Video

KATIE - Remember





I discovered Katie purely by accident. I'm on Spotify free and naturally, ads will pop in every half and hour or so. There was this time her single promo kept playing and it got me annoyed with the heavily processed 'oh oh oh oh oh oh' chorus. I decided to check out her MV and oh... A E S T H E T I C. Until this day, I'm still gawking at the treatment. It's sexy (non-sexual tbh), edgy and pleasing. But on a serious note, it's a catchy, beautifully written track. She could do away even without the MV. Oh yeah, I didn't expect she's a Korean from the singing. 

Folks, that's all from me.

A, is for Anomaly is an avid fan of Brooklyn 99. These days he spend countless of hours watching Netflix and plans to buy smart TV in 2019.

Hanif


Unfortunately Hanif went out of town during the time of writing. We didn't manage to get hold of him to send us his list (except a photo he sent to us, damn)  but we hope he's having a time of his life. Is that Japan, by the way?



Nosferiel - Blood Raven Dominia (2018)

Blood Raven Dominia (2018) adalah antara produk yang ditunggu-tunggu sekalian peminat irama besi hitam tanahair. Difahamkan debut album dari Nosferiel ini mengalami masalah teknikal yang menyebabkan ianya delay agak lama untuk dikeluarkan. Ia nya sebenarnya sedikit menggusarkan antaranya gua sendiri yang sekian lama tidak dihidangkan dengan material berstatus rasmi dari mereka sejak 2012 dahulu apabila mereka mengeluarkan beberapa unreleased track didalam sebuah kompilasi CD yang diberi judul Infernal Spell Demo Compilation with Unreleased Track. Pada 2016, Nosferiel muncul dengan sebuah track berjudul Myrmidonian Angel War didalam sebuah kompilasi bertajuk Gradeur of the East (2016) yang membariskan band2 seperti Nosferiel sendiri, Anguish, Black Abyss, IV V I IV, Collapsus, Tahannus, Suffer Remains, Visitant, Tasyim dan Imperial. Untuk sebuah band yang sudah berusia lebih 20 tahun sejak kewujudan pada 1997, Blood Raven Dominia adalah sesuatu yang wajar dijadikan khazanah kerana pada gua Nosferiel adalah antara band2 yang mempunyai material berstatus album atau full length yang lahir dari Terengganu selain lagenda Doom Metal tanahair iaitu Modar. Blood Raven Dominia dikeluarkan oleh sebuah label yang pada gua cukup mementing kualiti dan mutu bunyi akhir yang pasti cukup bombastik iaitu Celestial Frequency.

Danyel (Guitars), Yoe Firestorm (Drums), Duan (Vocals), Hafiz (Bass)

Cover artwork oleh Amar Atrocious
Layout/design oleh Faizal Hashim

Tracklist :

1 - Doom Be My Arden
2 - Blood Sucking Vandal
3 - Infernal Spell
4 - Merciless Daimon Skullsplitter
5 - Mord De Synders
6 - Prisoners of Hate
7 - Blood Raven Dominia
8 - Saturnus Empyriam

Blood Raven Dominia melalui proses rakaman di Quantize Studio, Kuala Lumpur manakala proses mix dan mastering dilakukan oleh Azumbi di Retrax Studio, juga di Kuala Lumpur.


Jika dilihat pada tracklist, album ini adalah gabungan lagu2 lama dan terbaru dari Nosferiel yang melalui proses rakaman semula yang lebih profesional. Straight forward Black Metal yang tidak melalut dan punya flow dan struktur lagu yang cantek ditambah dengan kualiti rakaman yang bagus menjadikan album ini boleh dikatogeri sebagai released yang baek untuk tahun ini.

Dari segi sound produksi, ini adalah satu produk Black Metal yang agak basic dari segi instruments kecuali beberapa part ada penambahan bunyian keyboard/synth. Sound yang bersih, mixing yang cun dan seimbang. Mungkin mudah kerana menggunakan basic instruments sahaja dan tidak menggunakan banyak track ketika rakaman. Profesional sound untuk end produk. Dari segi tone, sudah cukup untuk tone gitar yang sememangnya bersesuaian untuk genre permainan pantas sebegini. Bass yang cukup lemak dan drum yang cukup EQ semua bahagian. Sapa yang x geram dengar permainan pedal dan blastbeat dari Yoe. Hahaha..

Blood Raven Dominia (2018) boleh diperolehi dengan harga RM30 by hand. Sila tambah kos penghantaran untuk pembelian secara postage dan sila hubungi band atau label untuk sebarang urusan pembelian. Album ini juga banyak di distro kan oleh label2 lain seperti Gedebe Records, Mamat Records, Musix Hub dan label2 lain. Sila gugel mungkin ada label terdekat dengan anda yang angkat CD ni. Kenali Nosferiel melalui laman facebook mereka dibawah ini. Dapatkan Blood Raven Dominia (2018) sebelum ianya kehabisan.

Nosferiel
Email
Facebook

Celestial Frequency
Email
Facebook

Crosby Morgan - Rain Games for the Natural Born Pariah (EP, 2018)

Due to overwhelming Metal promos streaming into our inbox on daily basis, it gets tiring after a while.  And then some writers, like me, will decide to take a step back and do something else. Which explains my absence from the blog most of the time, lol sorry.

Anyway, no hate to Metal, but I find it exciting to discover  non-Metal releases landing into our inbox one in a while. And Crosby Morgan's Rain Games for the Natural Born Pariah couldn't have arrive at the right time than now. 


1. No Pain
2. Rain
3. Teacher
4. Systematic Sadness

There's an overwhelming sadness lingering over this release. I couldn't put it in proper words, but there's a tinge of longing, nostalgic and desperation beautifully composed in vein of minimal folk/electronics by Crosby. I noticed there is a lack of percussion but Crosby Morgan herself is a busker, so that explains the absence of drums or any kind or percussions.

Let's talk about the feel. I'm sold with opening track. Such powerful emotions doesn't require bombastic insrumentations or technique and damn it, I get it. You're sad. Something is wrong with the world. You're in pain and it's haunting you. But it's beautiful, which is ironic. I feel guilty of enjoying this, as if I'm celebrating someone's pain and suffering.

This is an EP you want to listen on lonely weekend. You're tired and want to be drowned in your feelings. Personally, I love it but I'm also sad. Thanks Crosby Morgan.


Get in touch via

Website
Bandcamp




Neftaraka - Forestkult (EP2018)

Neftaraka adalah antara pejuang Black Metal tanahair yang semakin gila dengan penghasilan karya2 yang cukup berimej "buruk dan huduh".. Terma "buruk dan huduh" ini pasti akan dipersetujui oleh pengikut2 mereka kerana menghasilkan music Black Metal sebegini tidaklah mudah kecuali mempunyai "soul" yang kuat berkenaan konsep dan rantaian rasa dan intipati music yang cuba dihasilkan. Tiada elemen modern dan sound meletup dengan teknologi terkini namun ini lah Neftaraka. Frostkult (EP2018) adalah hasil kerja tangan terkini Neftaraka selepas Digital Blasphemy dan Revelation of Suppression diterbitkan pada 2016. Line up Neftaraka untuk released ini terdiri dari Xxxull (Vocal/Guitars), Silblyss (Bass), Azazhel (Guitars), Unknown H (Drums).

Cover oleh Jan Fishmonger & Goatlordth Records

Tracklist :

1 - Temple of Bundeswehra
2 - Last Song Before Doomsday I
3 - Last Song Before Doomsday II
4 - Stroll In Kafan (As Sahar Cover)

Forestkult (EP2018) merupakan rakaman lagu2 yang tidak dimasukkan didalam mana2 released dan ianya adalah rakaman lama sekitar 2013 sehingga 2016 iaitu tempohmasa Necro-X Studio masih beroperasi (Necro-X Studio sudah tidak beroperasi). EP ini turut memuatkan sebuah cover song dari As Sahar iaitu Stroll In Kafan dimana untuk track ini, vocalist asal As Sahar iaitu One Barchiel sendiri menyanyikannya. Kesemua track melalui proses re-mastered oleh Sound In Necro (s.I.n) dan Amergeddon.


3 track berdurasi panjang sebenarnya sudah cukup untuk menelan hasil karya Neftaraka kali ini. Bonus track bersama One Barchiel untuk track Stroll In Kafan membuktikan Neftaraka adalah jenisan Black Metal yang buas dan tidak bertamadun. Untuk 3 track awal, seperti yang gua nyatakan diawal entry, ianya adalah trademark Neftaraka (jika anda benar2 dapat rasa dan faham intipati music Neftaraka) yang benar2 menghasilkan lagu2 yang penuh feel "buruk" dan "huduh".. Bukan mudah untuk menghasilkan karya sebegini untuk kesekian kalinya dalam penciptaan material sendiri. Ini adalah Neftaraka dan itu adalah intipati music mereka. Tidak bersih, tidak terlalu raw namun sangat beridentiti dan punya "soul" yang tersendiri. Orthodox dan primitif!

Ok, Forestkult (EP2018) yang dikeluarkan dalam format cassette/tape ini sebenarnya sudah sold out dari label Goatloardth Records kerana ianya hanya dikeluarkan secara limited edition 100 copies sahaja. Terdapat beberapa label yang mendistrokan EP ini. Sila rajinkan diri gugel label2 tersebut. Berita baek kepada mereka yang terlepas memiliki 1st press EP ini, difahamkan ianya bakal dikeluarkan semula oleh sebuah label dari Eropah. Collector atau pengikut Neftaraka adalah disarankan mendapatkan material ini.

Goatlorth Records
Email
Official Website
Facebook
Bandcamp

Pure Wrath - Sempiternal Wisdom (2018)

Sempiternal Wisdom (2018) adalah full length kedua setelah Ascetic Eventide (2016) menjadi pengenalan kepada projek one-men-band Pure Wrath. Impak dari Ascetic Eventide diteruskan dengan album kedua yang mendapat perhatian Pest Productions (China) dimana ianya dikeluarkan dalam format digipak cd beserta limited 100 copies tape. Album ini juga released dalam format jewel case CD dibawah label Hitam Kelam Records (Indonesia). Pure Wrath adalah antara nama yang agak menyinar dari Indonesia selain Vallendusk, Fromhell yang membawa panji2 Atmospheric Black Metal.

Januaryo Hardy - Everythings...

Cover artwork oleh Aghy Purakusuma
Design & layout oleh Yogga Beges

Tracklist :

1 - Homeland
2 - Warrior's Path
3 - Grief of Our Fathers
4 - Lautan Darah
5 - Elegy to Solitude
6 - Departure
7 - Farewell (Saor Cover)

Sempiternal Wisdom (2018) melalui proses rakaman sekitar May sehingga August 2018 di Insidious Soundlab. Januaryo Hardy sendiri bertindak sebagai sound engineer untuk sesi rakaman instruments manakala proses rakaman vocal dilakukan di Apache Studio pada August 2018 oleh Je Aljufri. Januaryo Hardy sekali lagi bertindak sendirian dalam proses mix dan mastering album ini.


Sempiternal Wisdom boleh gua katakan seakan susulan kepada Ascetic Eventide (2016). Januaryo Hardy mungkin antara manusia yang dianugerahkan keupayaan, imaginasi dan bakat yang jarang2 ditemui dalam jurusan seumpama ini. Album kedua ini jika diamati kedengaran lebih pada idea komposisi yang lebih berani. Flow yang cukup baek untuk keseluruhan lagu.

Jika diminta gua untuk membuat perbandingan antara album pertama dan kedua ini, secara terus gua mengatakan Sempiternal Wisdom perlu diberi perhatian lebih kerana ianya jelas kedengaran lebih matang. Berani dengan penambahan elemen melodic yang sangat "segar" dari permainan piano membuatkan beberapa bahagian lagu catchy dan mudah untuk "melekat" di minda. Akar kepada Atmospheric Metal tetap kukuh dan utuh walaupun kepelbagaian idea dimasukkan didalam album ini menjadikan ianya sarat dengan kepelbagaian persepsi apabila mendengarnya. Hey!!! sebelum terlupa, sebuah track berbahasa ibunda Pure Wrath dihasilkan untuk album ini dimana ianya dinamakan "Lautan Darah".. satu2 nya track yang dihasilkan setakat ini dalam bahasa Indonesia dari Pure Wrath.

Ok, gua tidak mahu komen negatif berkenaan sound produksi kerana Januaryo Hardy sememangnya sudah mula membina karier dalam "jurusan bunyian" untuk genre berat. Untuk album ini, ianya bersifat profesional dan tidak hairan ianya membuka mata label luar negara untuk memasarkan untuk pasaran antarabangsa. Ohh ya, Januaryo Hardy juga sebenarnya terlibat dalam proses akhir album Necrotic Chaos - Chaos Legion (2018).

Setakat entry ini ditulis, Sempiternal Wisdom (2018) hanya dikeluarkan dalam format CD iaitu digipak oleh Pest Productions (China) dan Kelam Hitam Records (Indonesia) untuk versi jewel case. 100 copies limited edition cassette/tape dikeluarkan oleh Pest Productions. Jika dilihat pada perkembangan terdahulu, material2 dari Pure Wrath akan dikeluarkan juga dalam format vinyl/priring hitam. Sila ikuti perkembangan da update terkini dari Pure Wrath untuk versi2 yang akan datang.

Pure Wrath
Facebook
Bandcamp

Pest Productions (China)
Email
Official Website
Facebook
Twitter
Bandcamp

Kelam Hitam Records (Indonesia)
Email
Official Website
Facebook
Twitter
Instagram
Youtube

* Pembeli versi fizikal akan memperolehi bonus iaitu cover song dari Saor iaitu "Farewell". Track ini tidak terdapat didalam laman bandcamp label dan band.

IEON - Across The Sphere of IEON (2018)

IEON adalah satu unit besi gelap terbaru yang tiba2 muncul dan nampak begitu serius dengan langkah pertama iaitu debut album dan juga persembahan pentas. Didatangkan dengan imej misteri dan bertopeng, IEON adalah antara pendatang baru dalam genre Black Metal tempatan dengan pengaruh Black Metal yang agak gloomy dan atmospheric. Across The Sphere of IEON (2018) dikeluarkan secara rasmi dalam format cakera padat pada September 2018 dibawah Varmt Stal Records (Malaysia).

Bloodhyms (Guitars/Vocals), Fiend (Guitars/Vocals), Lord Ghoul (Drums)
F (Bassist)
Moondusk (Vocals (Origin), Piano, Flute and Keys)
Archlord Necrofaust (Synth)

Artwork/Logo oleh Aratronism
Layout oleh Marbuel (The Temple of Incense)

Tracklist :

1 - N-X-M Xul
2 - Anti
3 - Evangelium Nazarenorum
4 - Dominus Noctis
5 - Eulogy
6 - Black-Craft-Kult
7 - Origin

Across The Sphere of IEON (2018) melalui proses rakaman, mix dan mastering di Helios Studio, Petaling Jaya Selangor dari 20 sehingga 24 July 2018. Auks Nekrademus bertindak sebagai sound engineer untuk rakaman ini.


Sepanjang mentelaah debut album ini, gua dapat simpulkan IEON adalah antara pendatang baru besi hitam yang agak serius dalam menggerakkan genre sebegini. Across The Sphere of IEON (2018) adalah antara masterpiece awal mereka yang boleh dikira hebat dari segi konsep, permainan instrument yang penuh "feel" dan mereka faham apa yang perlu ada didalam konsep sebegini. Music mereka adakala agresif dan adakala mendatar, bermelodi dan cukup beremosi. Mereka agak bijak dalam komposisi dan susunan melodi terutama part2 yang sesuai dimasukkan solo serta bawaan vocal yang sangat kena dalam susunan didalam track2 yang dihasilkan.

Jika ditanya pengaruh, dengan imej bertopeng seperti MGLA, gua sendiri tidak menolak pengaruh Black Metal dari Poland agak menguasai konsep dan trademark music IEON. Namun beberapa band dari negara luar kuasa berat Black Metal seperti Spain, Italy turut membawa konsep sebegini. Instrumental bertajuk Eulogy mengingatkan gua kepada Batushka. Hahaha..

Dari segi sound produksi, ini adalah proses yang bersih dan bersifat profesional. Album ini patut diketengahkan sehingga ke pasaran barat dan IEON berhak untuk diketahui umum akan music mereka. Dengan kualiti dan mutu akhir bunyi album ini, tidak salah jika ianya di push untuk pasaran antarabangsa.

IEON - Origin (Live at Blackest of The Blackest Black 2018)

Across The Sphere of IEON (2018) boleh dibeli dengan harga RM25 by hand. Atau anda boleh berhubung secara terus dengan label Varmt Stal Records melalui laman sesawang yang disediakan dibawah. Pengumuman oleh pihak label 400 unit CD sudah habis dijual serata dunia. Bertindak pantas sebelum ia nya sold out!

IEON
Facebook
Bandcamp

Varmt Stal Records
Email
Official Website
Facebook
Youtube

Pentagrammaton - Pentagrammaton (2018)

Pentagrammaton adalah satu nama yang tiba2 muncul dengan self-title album dibawah label extreme dari Borneo iaitu Evil Dead Productions. Menyembunyikan identiti line up dan menjadi tanda tanya adakah entiti disebalik nama Pentagrammaton ini pemastautin Borneo atau Semenanjung, ianya masih belum boleh dijawap dengan jawapan yang tepat memandangkan Pentagrammaton rasanya belum pernah merogol pentas2 gig tanahair. Hanya ianya memungkinkan bahawa Pentagrammaton adalah dari kalangan pemuzik keras Sabah hanya melalui clue 666% Pure Evil! Sabahell Black Metal pada sticker yang ada pada CD album ini. Clue seterusnya dinyatakan Pentagrammaton adalah one men project yang dianggotai oleh "H" yang menjadi mastermind dalam penulisan dan rakaman didalam self-title album ini. Berteraskan akar music Black Metal, music Pentagrammaton tidak sekadar Black metal yang straight forward, ianya berada dalam jajahan lebih luas diantara Black Thrash sehingga ke Black Death Metal.

H - Everythings..

Artwork diambil dari Gustave Dore's Paradise Lost

Tracklist :

1 - The Abyss of Dereliction
2 - The Mountainside
3 - Eternal Sleep
4 - Wield
5 - Still Was the Night
6 - At the Gates of Wisdom
7 - No Time for Peace

Dengan identiti yang agak misteri, tidak dinyatakan proses rakaman dan siapa bertanggungjawap dalam proses rakaman self-title album ini. Hanya dinyatakan track ke 6 bertajuk At the Gates of Wisdom dinyanyikan oleh Fir dari Bestial Hordes.


7 buah tracks untuk durasi 40 minit ternyata berbaloi untuk memiliki sebuah karya yang berkualiti sebegini. Track yang rata2 berdurasi 5 ke 6 minit ini cukup kuat feel Black Metal jika dihayati secara teliti. Idea riffing yang tiada langsung pengaruh Modern Metal dan 666% kenyataannya berada dalam pengaruh Old Skool yang cukup kuat. Jika benar ini adalah projek one men band, thumb ups perlu diberikan kerana kemampuan "H" dalam memainkan instrument terutama stroke2 drum dan permainan yang tepat serta solo2 gitar yang adakalanya cukup mendayu feel nya walaupun didalam rencah music gelap!

Dari segi sound produksi, album ini berada pada tahap profesional dan kesemua instruments dapat didengar dengan jelas dan seimbang sepanjang CD diputar. Overall sound yang cukup kena dengan konsep sebegini.

Untuk membuat perbandingan atau sound band2 yang punya iras2 seakan Pentagrammaton, mungkin boleh gua senaraikan beberapa nama seperti Nefarious Azarakh (untuk track pertama), Succubus dan band2 hebat Borneo seperti Bestial Hordes (Pentagrammaton lebih kelam dan tidak 100% menjurus ke Black Thrash), Akagrish dan Crown Ov Horns. Ini nama2 yang ada sikit mirip2 apa yang dihasilkan oleh Pentagrammaton. Mungkin anda lebih arif dan dapat jawapannya jika CD ini menjadi santapan gegendang telinga anda sendiri.

Pentagrammaton (2018) dikeluarkan dalam format pro CD dan boleh diperolehi dengan harga RM30 by hand. Sila hubungi Evil Dead Productions melalui link yang disediakan dibawah untuk urusan pembelian. Album ini juga boleh diperolehi melalui label2 bawah tanah lain yang mendistrokan album ini memandangkan difahamkan album ini antara released yang agak laris untuk tahun ini. Dapatkan Pentagrammaton (2018) sebelum ianya kehabisan.

Evil Dead Productions
Email
Official Webstore
Facebook
Bandcamp

Mandatory - Awakening of Black Souls (2018)

Ini boleh dikatakan "comeback" yang ditunggu-tunggu. Setelah self-title debut album yang released sekitar 1999, terkini bersama line up terbaru Mandatory muncul dengan sebuah album terbaru berjudul Awakening of Black Soul (2018). Masih melabelkan music bawaan mereka sebagai Spiritual Death Metal, album kedua ini released ketika Deathober Fest 2018 yang diadakan pada 6/10/2018 di tanah kelahiran mereka Pulau Pinang. Dusthome Record adalah label yang bertanggungjawap dalam melahirkan album ini.

Dai (Synthesizer), Wan Ablasa (Bass), Bobby (Vocals), Alias (Guitars), Zam (Guitars), Valent Teoh (Drums)

Artwork/Design oleh Rator Flame

Tracklist :

1 - Hate
2 - Anxious Night
3 - Demonic Dwells
4 - Scene of Lamentation
5 - Awakening of Black Souls
6 - The Art of Misery
7 - At the Gate of Sorrow
8 - Pain
9 - Anguished
10 - Ignorance
11 - Whispered Reflection
12 - I'm Your Ghost
13 - Chapter End

Awakening of Black Souls (2018) melalui proses rakaman, mix dan mastering di Dusthome Studio, Seberang Jaya Pulau Pinang. Blackbeard Purge dan Fahmi Arbit bertindak selaku sound engineer untuk rakaman ini.

Awakening of Black Souls

Terlebih dahulu preview awal telah dimuat naik sebagai pengenalan kepada music Mandatory terbaru dimana self-title track iaitu Awakening of Black Souls dimana ianya nampak agak jelas pembaharuan dan kelainan music Mandatory kali ini.

13 tracks untuk dihadap dengan teliti memerlukan masa yang panjang juga untuk meneliti secara terperinci untuk setiap track dari mula sehingga tamat untuk tidak mahu menghilangkan mood keseluruhan album yang berdurasi menghampiri 1 jam.. hahaha.. Awakening of Black Souls (2018) boleh dikatakan punya kelainan yang agak ketara dari apa yang mereka hasilkan menerusi debut full length sekitar 19 tahun dahulu. Apa yang paling jelas, melalui album terbaru ini ialah synth/keyboard agak mendominasi album ini dan ia mewujudkan suasana dan mood untuk konsep music Spiritual Death Metal garapan Mandatory untuk jangkamasa yang agak panjang dari released pertama dahulu. Selain itu perubahan line up paling ketara yang hanya mengekalkan Zam selaku mastermind/pioneer Mandatory kali ini adalah penyampaian vocal oleh Bobby yang agak deep growl berbanding Fahmi vocalist pertama dahulu yang lebih kepada teknik scream.

Demonic Dwell

Seperkara yang dapat gua hidu, susunan track didalam album ini seakan memberi ruang awal kepada keyboardist menonjol sebelum riffing2 guitar yang hebat muncul selepas pertengahan album.

Dari segi sound produksi, ianya agak ketara kelainan dari apa yang dihasilkan melalui debut album 1999 dahulu. Ia nya masih terkawal dari segi mixing dan output akhir mastering yang sekata. Mungkin dari segi pendengaran gegendang telinga gua, tone gitar agak "less gain" walaupun kepelbagaian idea dan riffing jelas dipersembahkan melalui setiap track. Kemungkinan juga tone sebegini dipilih untuk memberi laluan kepada keyboard yang agak bersifat dominan dalam rakaman kali ini. Drum berada dalam kawalan terbaek dari segi stamina permainan walaupon agak statik dari segi velocity.

Jika dilihat pada cover sleeve, pengakhirannya seakan bakal ada lagi material yang bakal dikeluarkan atau sambungannya dimana ada dinyatakan "to be continued..." Juga perlu gua nyatakan, Mandatory bakal muncul dengan sebuah split album bersama Purge The Arbitrator pada awal 2019 nanti.

Mandatory - Awakening of Black Souls (Live at Deathober Fest 2018)

Awakening of Black Souls (2018) boleh diperolehi dengan harga RM30 by hand. Untuk pembelian awal akan disertakan limited A3 poster. Sebarang pembelian boleh dilakukan secara terus dengan menghubungi link2 yang disediakan dibawah melalui band atau label.

Mandatory
Email
Facebook
Bandcamp
Reverbnation
Instagram

Dusthome Record
Facebook

Berdosa - Smell Like Tree Spirit (EP2018)

Boleh kira gua antara follower awal band ini walaupun hanya di alam maya iaitu melalui laman facebook mereka sebelum menuju ke laman bandcamp dan juga melalui visual music video "Philosopher" yang released 2 hari sebelum EP ini secara rasmi nya dikeluarkan. Berdosa agak melawan arus kerana ia berada dalam teras "Rock" yang keras dan diselubungi pelbagai pengaruh kuat Stoner, Sludge, Psychedelic, Alternative dan Heavy Metal. Seperkara yang gua perhatikan Berdosa lebih awal mempromosikan band mereka melalui sesi2 gig kecil dan bakat mereka membawa kepada menjadi opening kepada beberapa band luar yang tour di sini. Band yang bermastautin di Kuala Lumpur ini tidak menunggu lama untuk menuju ke studio rakaman untuk menghasilkan material rasmi bertajuk Smell Like Tree Spirit (EP2018).

Ezekiel Mavani (Bass), Ravi Shankar (Drums), Iskandar on Vocals & Guitar


Tracklist :

1 - Thundergun
2 - Digimon Democracy
3 - Philosophers

Smell Like Tree Spirit (EP2018) melalui proses rakaman di Village Roof dan Greenhouse Studios. Proses mix dan mastering dilakukan oleh Tom Bollocks.


Bagi gua mungkin tidak berapa terkejut dengan music bawaan Berdosa kerana telah mendengar preview awal music mereka dilaman facebook dan youtube (persembahan live mereka). Namun perlu diberi highlight Berdosa adalah band yang agak cuba lari dari trend2 music masakini. Mereka agak "selamat" dalam menggabungkan elemen2 Stoner, Psychedelic, Heavy, Alternative dalam music mereka kerana ianya berjaya dan menghasilkan konsep mereka tersendiri. Gua andaikan music Berdosa adalah agak berat dan sarat dengan tone gitar yang diblend bersama bass dengan cukup enak sekali. Ia nya seakan campuran music modern dan classic heavy rock. Mereka turut berani menambah elemen bunyian lain seperti menambah sound cello didalam lagu mereka.


Dari segi sound produksi, gua rasa Tom The Bollocks patut diberi kredit dalam menghasilkan sound akhir yang dikira berjaya. Ianya tidak terlalu bersih dan tidak terlalu raw. Ianya sesuai dengan konsep yang memerlukan sound gitar yang agak buzzy dan bercelaru sebegini. Penggemar Deftones, Mastodon, Black Sabbath, Windhand, Chevelle, Weedeater boleh mencuba music Berdosa.

Smell Like Tree Spirit (EP2018) hanya dikeluarkan dalam format kaset dan mungkin dikala anda membaca review ini, ianya sudah boleh dimiliki dalam format digital dan online. Kenali Berdosa melalui laman sesawang yang kami sediakan dibawah.

Email
Facebook
Instagram
Youtube
Bandcamp
Soundcloud
Spotify

Leather Charms - Rock The Nite (EP2018)

Leather Charms adalah sebuah band yang berteraskan irama Rock yang jika diteliti ia merangkumi dari Hard Rock, Rock N Roll sehingga ke Heavy Metal. Band yang ditubuhkan sekitar 1999 ini dilihat kerapkali bertukar line up sepanjang perjalanan music mereka. Sehingga line up terkini, Sam adalah satu2 nya line up asal yang masih kekal menerajui halatuju band. Ok, gua sebenarnya pernah menyaksikan persembahan Leather Charms sekitar 2001 ketika zaman Actor Studio menjadi port gig di Pulau Pinang. Berbalik kepada Rock The Nite (EP2018) ianya mengandungi 4 buah track yang rasanya cukup menarik dan boleh rasa dinobatkan Leather Charms ni band paling "Rock" di Penang ini untuk kategori bawah tanah. Setuju? Sila dapatkan CD ini dan nilai sendiri.

Tuah (Guitars), Zam (Vocals), Rodi (drums), Sharma (Bass), Sam (Guitars)
* sesi rakaman menggunakan sessionist untuk track 2nd  guitar dan drums


Tracklist :

1 - Fly Wheel
2 - Wild Girl
3 - Rock The Nite
4 - Illusi Mentari

Rock The Nite (2018) melalui proses rakaman, mix dan mastering di Dusthome Studio, Seberang Jaya Pulau Pinang oleh Blackbeard Purge.

4 buah track yang kental tahap Rock nya dimana 3 track awal jelas punya hook dan groove Hard Rock yang jitu. Fly Wheel track pertama adakala terasa seperti mendengar Deep Purple. hahaha.. Ya gua rasa band2 seperti Deep Purple sehingga Black Sabbath adalah "makanan harian" mereka. Bukan setakat dua band yang disebut, mereka turut pernah membawakan lagu2 dari Alice in Chain, Loudness hingga Motorhead. Rock adalah teras! Wild Girl menambah gerek dari awal, mampu membuatkan anda menari jika ianya dibawakan secara live. Riffing, groove dan penyampaian vocal benar2 menarik untuk track ini. Self-title EP iaitu Rock The Nite merupakan track terpanjang dengan durasi melebihi 6 minit. Ini track yang agak mendatar dari segi music namun punya root Rock yang cukup kuat. Ianya ditambahbaik dengan gaya lenggok vocal oleh Zam yang jelas berjaya membawa dalam key suara yang tepat. Track terakhir seakan percubaan dengan membawa lagu berlirik Bahasa Melayu. Illusi Mentari pada gua sebenarnya mampu dan boleh sahaja dimainkan di radio jika tiada sebarang birokrasi. Ianya boleh dijadikan antara pemangkin untuk Leather Charms lebih dikenali.

Secara keseluruhan, gua beranggapan Rock The Nite (EP2018) adalah produk yang harus dimiliki oleh penggemar irama Rock tidak kira Hard Rock atau separa Heavy Metal. Sam selaku line up asal yang masih kekal bersama Leather Charms harus diberi kredit yang tinggi kerana mempertahankan konsep music band ini yang teras utama nya ROCK! Seperti beberapa review yang ada gua baca sebelum ini, agak banyak yang memberi pujian kepada penyampaian vocal Leather Charms. Ya, gua sebenarnya memang mengenali Zam yang merupakan vocalist band grunge Vigil. Untuk part vocal beliau, memang gua boleh kata bakat dan anugerah tuhan berikan kepada beliau adalah sangat berharga. Antara vocalist band2 aliran bawah tanah yang harus diberi perhatian. Selain itu, mungkin agak tak berapa best kalau gua katakan alangkah bagus jika beberapa solo gitar didalam track2 terkandung ini dimainkan sendiri oleh line up Leather Charms. Ini kerana beberapa rakan menyumbangkan solo untuk track2 didalam EP ini. Ya! Tuah boleh jadi sudah jadi fulltime line up Leather Charms kerana baru2 ini beliau dilihat bersaingan bersama Sam dipentas gig.


Rock The Nite (EP2018) boleh dibeli dengan harga RM12 by hand. Sila berhubung dengan secara terus dengan band dan line up untuk urusan pembelian. Ini sebuah produk yang benar-benar Rock dari kalangan pemuzik bawah tanah untuk 2018. Jangan terlepassss!

Leather Charms
Facebook