Sickness - Necrosymphonies Of Necropsy (2013)

Sickness merupakan sebuah band dari selatan tanahair.. telah wujud sejak 1995, menghasilkan 2 buah demo pada 1996 dan 1998. Dengan membawa konsep Goregrind, pada 2013 mereka tampil dengan sebuah album penuh di bawah label Grundar Productions dimana album yang memuatkan 10 buah lagu ini diberi tajuk Necrosymphonies Of Necropsy. Ianya telah rilis ketika tour 3 hari Grundar Death Fest yang berlangsung pada 1-3/2/2013 di 3 buah negeri iaitu Johor, Penang dan Selangor.
Seni konsep oleh Jake
Layout dan design oleh Ah Fad Sick Idea & Gore Design.

Tracklist :

1 - Post Autopsy Decomposition
2 - Cadaveric Putrefaction Necropsy
3 - Pungent Reek Of Incinerated Carnage
4 - Congenital Carnal Abuse
5 - Psychopathology
6 - Urogenital Evisceration
7 - Virulent Jugular Mess
8 - Disgorgement Of Innards
9 - Endoparasitical Maggot Infestation
10 - Dismemberment - A Forensic Obscurity (Instrumental)

Jake - Vocals/Guitar
Shah - Guitar
Aizal - Bass
Fard - Drum
Necrosymphonies Of Necropsy menjalani proses rakaman di Gore Morgue Studio sekitar November 2012. Proses rakaman & adunan diselenggara oleh Bob Morgue Keeper Agigi. Diterbitkan oleh Sickness dan Grundar Production.

Post Autopsy Decomposition bermula dengan sample dialog yang mencecah 1 minit lebih sebelum music Sickness menjelma. Walaupun permulaan lagu agak kedengaran mendatar flow music nya namun apabila verse pertama muncul bersama ngauman dari Jake, gua seakan mendengar produk dari band2 dari Indonesia. haha.. Namun Sickness punya ramuan tersendiri dari segi komposisi lagu2 mereka.

Cadaveric Putrefaction Necropsy turut bermula dengan sample suara tetapi tidak meleret seperti track pertama tadi. Kali ini terasa sedikit merbahaya riffing dari Sickness. dapat dihidu sedikit teknikal dari drummer Sickness yang memainkan sedikit off-beat dalam permainannya.

Pungent Reek Of Incinerated Carnage masih menggunakan sample suara sebagai intro. Keberanian menghasilkan riffing berbentuk odd signature (walaupun tidak keterlaluan) harus dipuji terutama pada pertengahan lagu serta pada bahagian rhytm solo gitar dimainkan.

Masih menggunakan sample percakapan sebagai intro, Congenital Carnal Abuse menjadi track keempat dimana riffing gitar yang sedikit kedengaran seperti Suffocation sebelum ngauman Jake pada verse pertama. Ya lagu ini track gitarnya agak menarik. Masih berani memainkan stroke yang pelbagai dari drummer dan lagu ini kedengaran agak brutal dari track2 terdahulu.

Psychopathology bermula menarik tanpa intro sample. Beberapa riffing menarik menampakkan penangan Death Metal tegar. Ngauman jake makin merbahaya untuk track ini.

Urogenital Evisceration kembali bermula dengan intro sample sebelum penangan Death Metal menggegarkan track dengan tujahan riffing dan hentaman drum yang bergaya.

Virulent Jugular Mess antara track yang kental dengan gaya Death Metal. Stroke drum yang menarik menjadi tunjang kepada riffing separa teknikal. Sebuah track yang kuat pengaruh Old Skool nya. Merupakan track bervocal terpendek didalam album ini.

Disgorgement Of Innards pada dasarnya punya mood yang sama seperti track sebelum ini. Pantas, keras dan padat. Perubahan mood yang berjaya dimainkan dengan baek sekali. Seakan mendengar lagu2 dari Cannibal Corpse pula rasanya. Ok, gua memilih track ini sebagai track pilihan terbaek gua.

Endoparasitical Maggot Infestation merupakan track bervocal terakhir didalam album ini. Agak huru hara mood lagu ini  walaupun verse nya agak mendatar flownya kecuali riffing2 ribut mereka. Ok, solo gitar untuk lagu ini sangat bagus dan kena dengan mood lagu yang kental.

Dismemberment - A Forensic Obscurity (Instrumental) merupakan sebuah track tidak bervocal tetapi masih punya beberapa ngauman Jake dan disertakan sample percakapan.

Secara keseluruhan pada pandangan gua, Sickness merupakan sebuah band yang punya struktur penciptaan lagu yang sama (boleh jadi untuk lagu2 baru) dimana Sickness banyak bermain dengan perubahan mood yang mendadak yang membuatkan flow lagu tiba2 berubahan contohnya dari laju ke perlahan. Juga paling ketara pertengahan lagu (tracklist) sehingga track terakhir adalah antara trak2 yang agak garang dengan permainan kental dan padat berbanding lagu2 awal. Penggunaan sample percakapan sebagai intro mungkin boleh dikurangkan pada rakaman selepas ini kerana hanya sebuah lagu rasanya yang tidak ada penggunaan sample percakapan ini.

Dari segi sound produksi rasanya masih boleh dipertingkatkan pada masa hadapan. Pada gua, jika sound gitar dapat diberatkan lagi mungkin hasil yang lebih power dan meletup bakal terhasil. Pemain drum berjaya mempelbagaikan stroke2 dan mampu memainkan beberapa offbeat yang tidak keterlaluan.

Seperkara bila terlihat pengaruh Carcass dinyatakan antara yang diserapkan didalam music Sickness, gua (yang turut pernah menonton) cuba membandingkan dengan sebuah lagi band Technical Death Metal tempatan iaitu Profane Creation. Kesimpulannya gua dapati sound overall dan feel Sickness jauh lebih old skool dari apa yang dihasilkan Profane Creation. Teringat kata2 Jake (Vocal/Guitar) baru2 ini ketika show di Penang "lagi lama lagi bagus".. Hahaha ya sound old skool jelas dapat dihidu dalam setiap komposisi lagu2 Sickness.

Dapatkan Necrosymphonies Of Necropsy (beserta pakej sticker dan poster) dengan harga RM15 by hand atau RM20 by postage dengan berhubung dengan Grundar Productions. Kenali Sickness melalui link2 yang kami sertakan di bawah ini. Thanks...

Sickness - Pungent Reek Of Incinerated Carnage
Live at Grundar Death Fest (Pulau Pinang)

Aetherium Mors - Drenched in Victorious Blood (2013)

Early this year, we received an e-mail from Aetherium Mors, a UK based Black/Death Metal band. This is a huge surprise (we feel honoured as well) for us as it's rarely for us to receive contacts from outside South East Asia. No need to go into details, here's what we can tell, copy and pasted from their press kit.
“UK-based Blackened Death Metal band Aetherium Mors, have released their debut album. Entitled ‘Drenched In Victorious Blood’, it is a seven track explosion of melodic riffs, speedy drumming and searing guitar solos, with the black metal-influenced vocals offering a scathing indictment of the Christian religion. It is available to stream or download at http://aetheriummors.bandcamp.com/album/drenched-in-victorious-blood and be sure to check out their Facebook page too - http://www.facebook.com/pages/Aetherium-Mors/196329630411544

Kane Nelson - Vocals
Dan Couch - Guitars/Bass/Drums

Drenched in Victorious Blood is a debut full length from this UK duo and after rounds of listen I find it interesting especially their combination of Norwegian Black Metal and Swedish Melodic Death Metal. Brutal yet melodic, which I personally think suits my taste, since I actually dig Gothenburg sound (Dark Tranquillity, At the Gates) and here what we have is like At the Gates with apocalyptic/anti-religion themes. 




1. Sons Of Men
2. Luciferian March
3. Dreadlord
4. Kingdom Of Shadows
5. The Fall Of God
6. Order Of The Talion
7. Annihilating Fire



The album actually took some time to materialize, with songs written for several years back and all, hence explain the variety of mood and influences scattered all over the album. At one place I feel like listening to straightforward Black Metal, all brutal and relentless and then at times I get those Gothenburg sound style (particularly At the Gates) and at some point surprisingly I feel like listening to unreleased materials from Necrophagist (I could be wrong tho!). 

To be honest I don't really appreciate the first three tracks as there is really nothing outstanding from standard Black Metal. But if you are into that evil, kult type Metal, these tracks could satisfy your palette. Things suddenly take a huge turn beginning from the fourth track. Melodeath/ Black Metal combined perfectly. I can't tell you how much I dig those sick riffs coupled with in-your-face guitar solos. I can say that Drenched in Victorious Blood is divided into two part, one side you have relentless barrage of Black Metal and on the other, you have Melodic Death Metal. These are my favourite pick off from this album:

Kingdom of Shadows: This! A must listen. At the Gates influence is everywhere in this song. Perfectly executed. Oh don't even get me started with the guitar solo oh the solo!

Order of the Talion: Another highlight of the album. Yes, that Gothenburg style riff is still there. There is a dual vocals here: one with standard grunt, another one with deep growl which added depth to the overall song structure. Guitar department proved its mettle here with technical riffing all over the place. My only complaint is the drum. It doesn't sound natural here (in fact, the whole album). But that's another story.

Annihilating Fire: Closing track for the album. I think it's a right move to place this song at the end. Dan and Kane pulled their best here, with Melodic Death and Black Metal elements are balanced here. You get the melodic riffing as well the sinister Black Metal atmosphere. Check out the last part, few seconds of accoustic guitars really worked on evoking said atmosphere.

Overall I think this is a decent debut for the duo. I am slightly turned off by the first three tracks but the rest worked like a magic and I'm hooked ever since. In fact Kingdom of Shadows is in my heavy rotation (especially during gym!) and I prefer to have Aetherium Mors to go for this direction on future releases. Also, I wonder if the drums are programmed? Or sampled? I find it annoying, it sounded too processed. Other than that, this is almost a solid release! For queries  regarding physical release, you may ask them through Facebook or email.

Aetherium Mors can found here:

Facebook
Email


We would like to thank Dan Couch for contacting us about the release.


VotW - Edisi Slow Talk Beri Perangsang - A Pep Talk from Kid President to You

Amacam, cuti CNY ada baik? Gua travel ke utara, melihat menda-menda baru (lawat kandang kambing, belajar beri arahan kepada sheep dog etc). Jadi bila kembali ke KL gua jadi bersemangat dan fresh. Jadi gua nak kongsikan ni. Have fun!


Bahajang - Extirpation Of Rapscallion (EP 2013)

Pertama kali mengetahui mengenai perihal band Bahajang yang membawa konsep Grindcore ini melalui video youtube, kemudian diperkenalkan lagi melalui promosi label Grundar Production. Gua dapati band muda dari Ipoh ini perlu diberi perhatian pertama kerana keberanian menghasilkan konsep sebegini (juga persembahan energetik menggila) dan mereka antara band muda yang aktif melakukan persembahan pentas dan meriliskan produk walaupon masih baru bermula. Extirpation Of Rapscallion muncul pada awal 2013 iaitu ketika Tour Grundar Death Fest 1-3 February 2013. Menghidangkan 10 buah track berdurasi kurang dari 2 minit (1 lagu jek 2 minit lebih) rasanya, kami pihak DtE perlu expose band ini kepada pembaca2 di luar sana.
 Cover artwork, layout oleh Khairy Shamsudin, Wan Billy dan Xxul Necro

Tracklist :

1 - Firauan Dikecam Feat. Adolf Hitler
2 - Official Douchebag
3 - Kezaliman Si Puah Serai
4 - Gembira Di Hari Mampus
5 - Bahajang Al-Massikh
6 - Tropic Grinder
7 - White Collar! Collar Up! Fuck Off!
8 - Setan Angkat Dulang
9 - Pucuk Kepimpinan Si Maarup Terap
10 - Extirpation Of Rapscallion

 Arip Melayu (vocal), Dee Kerongkong (Vocal), Wan Billy (Gitar),
Zul Sentosa (Bass), Faruk Asbaum (Drum)

Extirpation Of Rapscallion (EP 2013) melalui proses rakaman di Necro-X Studio dan melalui proses rakaman dibawah penyeliaan Amergeddon dan Xxul.

Firauan Dikecam Feat. Adolf Hitler bermula dengan dialog Adolf Hitler dalam bahasa Jerman nya sebelum music sebenar Bahajang menjelma. Ok, Sound dari Necro-X Studio makin mengancam dan kena pulak dengan konsep Bahajang yang tidak kenal letih ini. Hahaha. Tidak terlalu clean dan tidak raw. Kekuatan pada vocal yang menyerang selang seli dengan growl dan scream.

Official Douchebag bermula tanpa sebarang tanda. Terus menyerang tanpa belas dan mood sedikit moderate dipertengahan lagu dan kembali grind di penghujung. Alamak tak sampai seminit durasi lagu ni.

Kezaliman Si Puah Serai agak pelik tajuk lagunya. Serangan menggila pada awal lagu dan sedikit feel nak headbang ditengah lagu sebelum kembali huru hara.

Gembira Di Hari Mampus juga gila. Susunan lagu yang masih ada flow dan tidak terlalu menggila moodnya. Ending lagu ni ada dialog merapu2. kahkahkah.

Bahajang Al-Massikh satu tajuk lagu paling jahat. Hahaha. Memang kelam kabut lagu ni tapi masih terkawal. Scream yang menyebut Bahajang dan growl yang melengkapkan segala lirik. Ada sound sample dihujung lagu.




Tropic Grinder merupakan lagu pertama yang dimuat naek pada laman Reverbnation Bahajang sebelum EP ini rilis. Sesuai di jadikan pembuka sebelum track2 lain diperdengarkan. Antara lagu yang bagus, ada flow dan berjaya dibawa dengan baek.

White Collar! Collar Up! Fuck Off! bermula dengan agak mendatar sebelum menggila dengan grindnya. macam biasa serangan dwi-vocal Bahajang memang boleh bikin huru hara!

Setan Angkat Dulang bermula dengan intro sedutan filem Allahyarham P. Ramlee (intro yg turut digunakan oleh Sarjan Hassan kalau x silap). Ok track ni memang cilaka abis. Macam x teratur dan grind sehabis mampu. Kata2 makian juga di selit sebelum track tamat. Kahkahkah.

Pucuk Kepimpinan Si Maarup Terap track berdurasi 1 minit penuh dengan growl ddan scream disamping paduan drum dan riffing yang menggila.

Extirpation Of Rapscallion yang juga merupakan tajuk EP ini menjadi track penamat. Ok, antara track yang terbaek pada gua disamping Tropic Grinder.

Keseluruhan Extirpation Of Rapscallion boleh dikatakan membanggakan kerana ini merupakan produk pertama Bahajang yang dirilis bukan split seperti terdahulu. Seratus peratus lagu dan lirik penulisan dari Bahajang. Juga sound produksi yang masih boleh dibanggakan dan sesuai dengan sound untuk konsep yang dibawa Bahajang. Sekali lagi gua dok ushar kerja tangan dari Amergeddon dari necro-X, ya beliau bagus kerana ada buat homework untuk sound grindcore kotor Bahajang. Hahaha. Pada gua produk sebegini tidak perlu terlalu clean sound produksinya mungkin cuma perlu sedikit lagi tahap "berat" nya untuk lebih power!

Seperkara lagi yang perlu di highlight ialah persembahan pentas oleh Bahajang perlu diberi perhatian. Persembahan yang energetik, custom yang dipakai serta kemampuan menghuru harakan show2 yang disertai adalah satu kredit atas keberanian bahajang. Perkara ini mengingatkan gua pada Pickcell sebuah band (yang gua rasa kembali hidup) yang mirip Slipknot dan punya kemampuan menghangatkan pentas dan moshpit dengan showmanship menggila. Ok, Bahajang showmanship lu orang memang chaos abesssss!

Dapatkan Extirpation Of Rapscallion (EP 2013) dengan harga RM10 by hand atau cuba hubungi sendiri Bahajang melalui laman sosial mereka atau melalui Grundar Production untuk urusan pembelian secara pos dengan harga RM12. Terima Kasih!

p/s -  DtE tengah plan nak interview band gila ni..

Bahajang - Live at Penang


Various Artist - Tribute To Silent Death (2012)

Gabungan 12 buah band pelbagai genre telah menghasilkan sebuah kompilasi tribute kepada lagenda Death Metal tanahair iaitu Silent. Al-Fatihah terlebih dahulu kepada arwah Stone selaku vocal/rhytm/bass dan juga arwah Pink selaku pemain gitar utama yang telah kembali ke asal kejadian. Berbalik kepada tribute ini, gua ada terbaca ianya sebenarnya adalah satu perjanjian yang pernah di meterai oleh arwah Stone (ketika masih hidup) dan juga pemilik Metalzone Distro iaitu saudara Aziz. Menarik didalam kompilasi ini ialah ianya melibatkan band2 tempatan dan juga luar negara.
Artwork oleh Blazer Massacre

Tracklist

1 -  Atomic Death - Dying Moment
2 - Hellstorm - We Are Death
3 - Guttural - Reign Of Inferno
4 - Visitant - Before The Sunrise
5 - Shadow Of Death - Twisted Faith
6 - Persistence In Mourning - Preacher Of The dark
7 - Demizer - Book Of Death
8 - Storming Steels - Satanic Unity
9 - Infernal Void - Inner Power
10 - Corpsereaper - Armageddon
11 - Hell's Thrash Horsemen - Morbid Massacre
12 - Viniir - Your Time (Legend In Memorium)
13 - Zuriarts - Spell Bound
14 - Silent Death - Devouring Judas
15 - Silent Death - Spell Bound


Atomic Death sebuah band dari Shah Alam Selangor, yang sedang meningkat naek membawakan konsep Thrash Punk sesuai sekali menjadi band pembukaan dengan lagu bertajuk Dying Moment. Ok, nampak gaya Atomic Death memang sudah punya rencah sendiri dengan membawa lagu ini dengan music direction mereka sendiri. Rancak dan bergaya. Apa gua boleh kata bila dengar track ni rasa nak dengar track2 laen pulak.

Hellstorm band dari Sandakan Sabah membawakan lagu bertajuk We Are Death. Untuk rakaman ini gua dapat sedikit info dimana mereka menggunakan khidmat Man Vpbk (Nefarious Azarakh) sebagai pemain drum. Kedengaran sedikit raw namun masih terkawal. Jelas sekali penangan Black Thrash Metal untuk lagu ini.

Guttural sebuah band dari Taiping Perak dengan konsep Melodic Black Death Metal membawa lagu Reign Of Inferno yang turut diambil dari album Before The Sunrise. Jika diteliti tidak banyak perubahan yang dilakukan pada track ini dan kelainan paling jelas adalah pada pembawaan vocal dan pada penghujung lagu.

Visitant dari Kuantan Pahang dengan Before The Sunrise. Apa boleh gua kata ini antara track pilihan setelah mentelaah selama beberapa kali. Ternyata apa yang Visitant lakukan memang boleh mendatangkan rasa seram sejuk. Hahaha. Penggunaan keyboard sebagai latar banyak menghasilkan mood2 yang menarik disamping cara lagu ini diolah pada gua sangat baek sekali. Masih tidak hilang seri lagu asal malah ada sesuatu yang diberi oleh Visitant dari perisa music buatan mereka. Juga part penyampaian vocal yg berselang seli menambah lagu ini menjadi makin menarik untuk didengar.

Shadow Of Death dari Sibu Sarawak dengan genre Death Metal membawa lagu Twisted Faith. Pengaruh Death Metal jelas kedengaran terutama dari hentaman drum dan cara nyanyian yang dipersembahkan. Jika diteliti ada sedikit perubahan pada riffing asal namun masih tidak lari dari susunan yg dilakukan Silent Death. Solo gitar juga meyakinkan namun kenapa gua dengar sound drum nya agak statik ya? Adakah penggunaan drum machine?

Persistence In Mourning merupakan projek one men band dari Oklahoma USA. Ditunjangi oleh Andy Lippoldt, lagu bertajuk Preacher Of The Dark telah digubah kepada elemen Funeral Doom/Death Metal. Bersesuaian juga dengan lagu asal yang sedikit meleret, penangan Andy Lippoldt tampak lebih solid walaupun instrument yang dimainkan lebih kepada digital.

Demizer dari Kota Kinabalu Sabah yang membawa konsep Melodic Deah Metal tampil dengan lagu Book Of Death. Bermula dengan agak ganas walaupun susnan riffing agak thrashy. Riffing asal yg digubah ke acuan Demizer agak menjadi. Gua terbayang lagu ini jika masih menggunakan dwi-vocal pada bahagian chorusnya. Riffing sebelum solo gitar pada pertengahan lagu berjaya disesuaikan dengan penambahan harmoni riffing. Solo gitar juga bagus.

Storming Steels dari Alor Setar Kedah memilih track dari demo Eternal Damnation 1989 bertajuk Satanic Unity (untuk album Before The Sunrise diubah menjadi Unharmony Unity). Rakaman yang benar2 old skool kena dengan konsep bawaan mereka iaitu Old Skool Thrash Metal.

Infernal Void dari Batu Gajah Perak yang kembali menghangatkan scene metal tanahair muncul dengan track bertajuk Inner Power yang diambil dari kompilasi Storm Of Nebiula II. Permainan yang bersih namun untuk track drum nya seakan ada penggunaan drum machine digunakan.

Corpsereaper sebuah band dari Kuantan yang membawa konsep Vulcano Death/Thrash Metal tampil dengan track dari EP Break The Silence iaitu Armageddon. Sound yang agak old skool dipersembahkan oleh Corpsereaper. Walaupun berjaya membawa lagu ini dengan cara tersendiri namun root asal lagu masih dapat dihidu.

Dari Russia, band bernama Hell's Thrash Horsemen dengan konsep Thrash Metal tampil dengan Morbid Massacre. Bayangkan lagu ini dibawa dengan penangan Thrash metal yang laju. Menarik juga tambahan sound produksi yang dihasilkan sangat bagus. Sebuah penghargaan buat Silent Death dari band dari Russia.

Viniir band Viking Metal dari Ipoh Perak agak berlainan apabila tampil dengan sebuah lagu sendiri tetapi di tujukan sebagai tribute mereka kepada Silent Death. Track bertajuk Your Time (Legend In Memorium) walaupun pada awalnya kedengaran seperti sebuah track berkonsep Black Metal, namun ianya berubah kepada music asal Viniir iaitu Viking Metal. Jelas nampak kemajuan dari apa yang dihasilkan Viniir jika dibandingkan dengan demo mereka sebelum ini.

Zuriarts juga dari Taiping Perak menjadi band tribute penutup dimana band berkonsep Melodic Black Death Metal ini membawa lagu Spell Bound yang diambil dari Dark Live Collections (1993). Haha.. Berbeza sungguh apa yang dilakukan Zuriarts dari apa yang dihasilkan Silent Death dahulu. Penambahan note2 pada setiap riffing nampak agak menambah keyakinan pendengar dengan kreativiti yang dihasilkan.

Pada pendapat ikhlas gua, secara keseluruhan kompilasi tribute ini boleh dibanggakan dimana ia nya menjadi 1 nostalgia apabila lagu2 Silent Death dimainkan semula oleh band2 yang terlibat termasuk dari luar negara. Berbagai kualiti rakaman dapat didengari dari setiap band dari kepelbagaian konsep diperdendangkan. Untuk kompilasi ini gua memilih 3 track yang pada gua antara terbaek iaitu track pertama dari Atomic Death iaitu Dying Moment, Viniir dengan lagu sendiri yang ditujukan untuk Silent Death iaitu Your Time (Legend In Memorium) dan paling menonjol pada gua Visitant yang membawa lagu Before The Sunrise yang masih gua dengar saban hari. Haha power! Kedengaran juga beberapa band yang menggunakan perisian komputer untuk track drum masing2.


Kompilasi ini wajib dimiliki oleh peminat yang benar2 support akan perjuangan Silent Death. Bukanlah support jika mengharapkan aktiviti mendonlod dari internet. Dapatkan Kompilasi Tribute To Silent Death dengan harga RM30 melalui label2 yang kami sertakan link nya dibawah ini.

VotW - Arkonia - Slavsia, Rus

Minggu ni gua ada feeling Folk Metal sikit. Arkona ni gua pernah dengar namanya tapi tak pernah ambik pusing. Apparently gua jugak rugi besar sebab mereka sangat berpotensi, dan terajui oleh vokalis wanita. Folk section mereka juga boleh tahan. In some way mereka resemble Nokturnal Mortum. Slava! Enjoy!